Pengertian dan Ciri-Ciri Sistem Ekonomi Kerakyatan serta Kelebihan dan Kekurangannya

Posted by Ekonomi Bisnis on Rabu, 11 Juli 2018

Loading...

Loading...
Ideologi Pancasila berperan besar dalam mempengaruhi sistem ekonomi yang dianut di Indonesia. Sistem ekonomi Indonesia biasa disebut sistem ekonomi kerakyatan yang pelaksanaannya berdasarkan atas demokrasi ekonomi. Sistem ekonomi kerakyatan cocok dengan ideologi bangsa Indonesia yang mengakui kepemilikan individu tetapi melarang monopoli dalam perekonomian. Oleh karena itu, maka sistem ekonomi liberal dan sistem ekonomi komando tidak cocok diterapkan dalam sistem perekonomian Indonesia. Di dalam sistem ekonomi kerakyatan, rakyat memiliki wewenang penuh untuk mengerjakan seluruh kegiatan produksi.

Dalam sistem ekonomi kerakyatan, kemakmuran masyarakatlah yang lebih diutamakan dari pada kemakmuran segelintir orang yang menguasai perekonomian. Pancasila, UUD 1945, serta GBHN,  adalah dasar dari sistem ekonomi kerakyatan, sehingga sistem ekonomi indonesia  biasa disebut sebagai “sistem ekonomi berdasar demokrasi ekonomi Pancasila”. 

Ciri-ciri sistem ekonomi kerakyatan secara umum adalah :
1. setiap individu memiliki hak milik atas alat-alat produksi 
2. permintaan dan penawaran mennetukan besar kecilnya harga barang di pasar 
3. Adanya persaingan bebas.
4. pemerintah tidak ikut campur tangan dalam kegiatan ekonomi 
5. Modal memiliki peran penting dalam kegiatan ekonomi 
6. setiap individu memiliki kesempatan besar untuk mengejar keuntungan. 

Ciri positif sistem ekonomi yang berdasarkan Pancasila atau sistem ekonomi kerakyatan adalah :
Perekonomian berdasarkan atas- asas kekeluargaan yang disusun sebagai usaha bersama. 
Negara hanya menguasai cabang penting menyangkut hajat hidup orang banyak.
Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. 
Sumber-sumber kekayaan dan keuangan negara digunakan dengan permufakatan lembaga-lembaga perwakilan rakyat serta pengawasan terhadap kebijaksanaannya ada pada lembaga-lembaga perwakilan rakyat pula. 
Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara.
Setiap Warga negaradiberikan  kebebasan untuk memilih pekerjaan yang dikehendaki serta masyarakat mempunyai hak akan pekerjaan dan penghidupan yang layak sesuai dengan amanat UUD. 
sistem ekonomi kerakyatan mengakui adanya hak milik individu selama hak tersebut tidak disalahgunakan dan bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.
Masyarakat diberi kebebasan untuk mengembangkan potensi dan kreatifitas yang ada selama itu tidak mengganggu kepentingan umum.

Pengertian dan Ciri-Ciri Sistem Ekonomi Kerakyatan serta Kelebihan dan Kekurangannya


Sementara itu, sistem ekonomi kerakyatan memiliki beberapa ciri negatif yang perlu untuk dihindari, yaitu : 
a. adanya potensi terjadinya Sistem free fight liberalism yang menumbuhkan kemungkinan terjadinya eksploitasi terhadap manusia dan bangsa lain. 
b. adanya potensi terjadinya sistem etatisme dimana negara serta aparatur ekonomi bersifat terlalu dominan sehinga mendesak dan mematikan potensi dan daya kreasi unit ekonomi di luar sektor negara.
c. adanya potensi terjadinya monopoli, yakni pemusatan kekuasaan ekonomi pada satu kelompok.

Meskipun memiliki kelebihan, sistem eknomi kerakyatan memiliki beberapa kelemahan. Kelemahan sistem ekonomi kerakyatan antara lain adalah :
1. Menimbulkan persaingan tidak sehat. 
2. Terdapat kesenjangan kaya dan miskin. 
3. Menimbulkan monopoli. 
4. Terdapat eksploitasi SDM. 
5. Pemanfaatan SDA sering tidak memerhatikan kelestarian lingkungan. 

Kelebihan sistem ekonomi kerakyatan antara lain adalah :
1. Efisiensi dan kualitas barang yang diproduksi dapat meningkat dengan adanya persaingan. 
2. masyarakat termotivasi  untuk mengejar kemakmuran bagi dirinya sendiri tanpa adanya campur tangan pemerintah yang membatasi 
3. kebebasan dalam berusaha mendorong para pengusaha termotivasi mencari keuntungan. 
4. masyarakat bisa menyesuaikan kemampuan yang dimiliki dengan Pemilihan sektor usaha yang diinginkan.

Loading...

Blog, Updated at: Juli 11, 2018

0 komentar:

Posting Komentar