Contoh Negara Penganut Sistem Ekonomi Campuran

Posted by Ekonomi Bisnis on Jumat, 09 Februari 2018

Pada umumnya, ada anggapan bahwa negara yang menganut sistem ekonomi campuran adalah negara berkembang. Sistem ekonomi campuran adalah sistem ekonomi yang merupakan perpaduan antara sistem ekonomi pasar dan sistem ekonomi komando dengan derajat campuran yang berbeda-beda. Negara-negara yang semula menganut sistem ekonomi kapitalis, mengizinkan campur tangan pemerintah dalam perekonomian secara terbatas. Dengan sistem ini disebut juga sistem kapitalis non  laissez faire (AS), sistem ekonomi negara kesejahteraan (welfare state, di Inggris). Di lain pihak, negara-negara yang semula menganut sistem ekonomi komando atau terpusat mengizinkan peranan sektor swasta dalam perekonomian secara terbatas. Contohnya negara Cina.  Jadi, apa saja negara penganut sistem ekonomi campuran ?

Kajian tentang perekonomian pasar, sistem perekonomian komando, dan sistem perekonomian campuran dimaksudkan untuk mempelajari prinsip- prinsip dasar. Dalam faktanya di dunia ini, tidak ada satu pun negara yang melaksanakan satu sistem perekonomian secara murni. Semua negara menjalankan perekonomian yang merupakan hasil dari kendali sentral dan penentuan pasar dengan sejumlah perilaku tradisional. Saat ini semua negara menjalankan sistem ekonomi campuran (mixed economy). 

Namun, sistem ini dijalankan sangat bervariasi bergantung pada perpaduan antara sektor yang satu dan sektor yang lain sehingga ketika membicarakan ekonomi tertentu sebagai ekonomi komando yang dimaksud hanyalah menekankan ke arah prinsip ekonomi terpimpin. Sebaliknya, ketika bicara mengenai sistem ekonomi pasar yang dimaksud adalah perpaduannya sangat condong ke arah pengambilan keputusan terdesentralisasi. Dengan demikian, semua negara menjalankan sistem perekono mian yang sifatnya berada di antara perekonomian pasar dan perekonomian komando (terpimpin). 

Inggris sebagai negara yang menjalankan mekanisme pasarnya begitu kuat, juga tidak dapat secara murni menjalankan ekonomi pasar. Demikian juga dengan Amerika. Banyak warga Amerika mendukung campur tangan pemerintah di dalam pasar untuk akomodasi sewa swasta (pengendalian sewa) dan produksi pertanian (dukungan harga dan subsidi). 

Di samping itu, pemerintah Amerika juga telah menetapkan seperangkat hukum yang mengatur kehidupan ekonomi, pengawasan terhadap operasi bisnis, dan masalah pencemaran lingkungan. Di Uni Soviet, mantan Presiden Gorbachev melakukan penataan kembali dan politik keterbukaan. Negara- negara Eropa Timur telah menetapkan pilihan untuk bergerak ke arah sistem pasar bebas, untuk memecahkan masalah ekonominya.

Contoh Negara Penganut Sistem Ekonomi Campuran


Ada kelebihan dan kekurangan sistem ekonomi campuran sehingga pada saat ini dapat dipastikan tidak ada satu negara pun yang menganut sistem ekonomi komando ataupun sistem ekonomi pasar secara murni. Amerika Serikat yang mengikrarkan diri sebagai negara paling kapitalis tetap saja pemerintahnya ikut mengatur sektor swasta, seperti Lembaga Federal mengatur keselamatan kerja, kualitas lingkungan, persaingan, dan kegiatan-kegiatan lainnya. Negara RRC, yang semula menerapkan sistem komando, sekarang menggunakan pendekatan pasar bebas yang semakin meningkat setiap saat. Maka tidak heran kita akan sangat mudah menemukan produk- produk Cina di negara kita.


Blog, Updated at: Februari 09, 2018

0 komentar:

Posting Komentar