Pengertian Simpanan dan Jenis-Jenis Simpanan

Posted by Ekonomi Bisnis on Jumat, 19 Januari 2018

Simpanan adalah salah satu produk yang ditawarkan perbankan kepada nasabahnya. Salah satu tugas pokok bank umum adalah mengumpulkan dan menghimpun dana dari masyarakat. Untuk menghimpun dana itu, maka perbankan memiliki jasa penyimpanan uang di bank. Nasabah yang menitipkan uangnya di bank umum akan mendapatkan bunga sebagai balas jasa, sedangkan di bank syariah nasabah akan mendapatkan imbalan bagi hasil kepada nasabah.

Ada berbagai manfaat simpanan di bank yang dapat diperoleh nasabah, diantaranya adalah bunga dan bagi hasil, uang yang aman dari kerusakan ataupun kecurian, memudahkan melakukan pembayaran berbagai macam kebutuhan rumah tangga (listrik, air, tagihan telepon, dan lain-lain), serta memudahkan nasabah melakukan penarikan dana lewat ATM.

Pengertian simpanan secara umum adalah uang yang dititipkan atau disimpan nasabah di bank untuk diinvestasikan oleh bank. Ada 3 jenis simpanan di bank, yaitu simpanan tabungan (saving deposit) , simpanan giro (demand deposit) dan simpanan deposit (time deposit). Berikut ini penjelasan mengenai jenis-jenis simpanan di bank tersebut.

Pengertian Simpanan dan Jenis-Jenis Simpanan

Simpanan tabungan


Simpanan tabungan adalah simpanan yang dilakukan oleh nasabah yang penarikannya harus memenuhi syarat tertentu yang ditetapkan oleh bank. Syarat penarikan ini tentu saja mudah dan tidak memberatkan. Penarikan simpanan tabungan dapat dilakukan setiap saat, melalui ATM, menggunakan slip penarikan di bank, buku tabungan, bahkan  kuitansi serta surat penarikan lainnya yang dianggap sama dan diterima oleh bank.

Keuntungan dari memiliki simpanan tabungan bank bagi nasabah adalah kemudahan melakukan penarikan dana serta memperoleh bunga yang tinggi dibandingkan jenis simpanan lainnya. Tabungan adalah jenis simpanan yang paling umum dan banyak dimiliki oleh individu-individu dalam masyarakat saat ini.

Simpanan giro


Simpanan giro adalah jenis simpanan di bank yang penarikannya dapat dilakukan menggunakan cek dan bilyet giro kapanpun nasabah tersebut ingin melakukan penarikan. Pemegang rekening giro akan memperoleh jasa giro, meskipun besarnya jasa giro lebih kecil dari pada bunga pada simpanan tabungan.   

Bank banyak menawarkan rekening giro kepada perorangan maupun badan usaha yang memiliki bisnis. Hal ini disebabkan karena kemudahan penggunaan rekening giro dalam melakukan transaksi keuangan perusahaan. Rekening giro adalah contoh bentuk uang giral sehingga sangat dibutuhkan masyarakat di era moderen, karena sarana penarikan cukup mudah, menggunakan cek dan pemindahbukuan bilyet giro.

Simpanan deposito


Menurut Undang-Undang No. 10/1998, Pasal 1 ayat 7 (1998, hal. 7) yang memberikan pengertian deposito adalah sebagai berikut: “Deposito adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu berdasarkan perjanjian nasabah penyimpan dengan bank”. Meskipun demikian, saat ini sudah ada bank yang memiliki kebijakan kepada nasabah untuk melakukan penarikan simpanan deposito setiap saat.Ada 3 jenis simpanan deposito, yaitu deposito berjangka, sertifikat deposito dan deposito on call. 

Deposito berjangka adalah simpanan deposito yang penarikannya dapat dilakukan sesuai dengan jangka waktu yang diperjanjikan. Pemiliki deposito berjangka akan mendapatkan bilyet giro atas namanya. Penarikan deposito berjangka tidak bisa dilakukan sebelum waktunya.

Sertifikat deposito adalah simpanan berjangka yang bukti kepemilikannya dalam bentuk sertifikat. Sertifikat deposito menjadi bukti bahwa seseorang atau badan usaha telah mendepositkan sejumlah uangnya pada bank tertentu. Sertifikat deposito dikeluarkan atas unjuk atau tanpa mencantumkan nama pemiliknya sehingga bisa diperjual belikan.

Deposit on call adalah tabungan nasabah dalam bentuk deposito yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat sesuai dengan keinginan nasabah tanpa perlu menunggu persetujuan bank. Karena kemudahannya, deposit on call banyak disukai masyarakat luar negeri. Deposit on call bisa dicairkan dengan cara mengembalikan bilyet depositnya. Karena diterbitkan atas nama, maka deposit on call tidak dapat diperjualbelikan.

Ada berbagai jenis simpanan di bank umum yang bisa dipilih oleh masyarakat. Namun, individu pada umumnya lebih menggunakan simpanan tabungan karena kemudahannya dalam melakukan penarikan untuk mendapatkan uang kartal. Untuk individu yang tidak menyukai riba, maka jenis simpanan di bank syariah bisa menjadi alternatif. Sama halnya dengan jenis-jenis simpanan di bank umum, simpanan di bank syariah juga terdiri dari simpanan tabungan, giro dan deposit. Hanya saja, tidak ada  sistem bunga, melainkan sistem bagi hasil.

Blog, Updated at: Januari 19, 2018

0 komentar:

Posting Komentar