Pengertian Retur Pembelian dan Retur Penjualan serta Fungsinya

Posted by Ekonomi Bisnis on Jumat, 26 Januari 2018

Loading...

Loading...
Retur pembelian dan retur penjualan akan ada ketika barang telah selesai diperjualbelikan tetapi pembeli melakukan komplain dengan alasan tertentu dan mengembalikan barang. Transaksi jual beli tidak selamanya akan berjalan lancar. Terkadang ada hambatan yang menyebabkan  barang lama terkirim hingga akhirnya barang rusak dan hancur diperjalanan. Umumnya ketika barang yang diperjualbelikan telah rusak dan sampai ke tangan pembeli, maka pembeli akan mengembalikan barang tersebut. Pengembalian barang oleh pembeli disebut retur pembelian dan penerimaan barang yang telah dijual oleh penjual disebut retur penjualan.

Pengertian retur pembelian secara umum adalah pengembalian barang dari pembeli kepada penjual akibat barang yang diperjualbelikan telah rusak, atau tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. Sedangkan retur penjualan adalah penerimaan barang yang dikembalikan oleh pembeli kepada penjual karena barang yang diperdagangkan tidak memenuhi keinginan pembeli.

Dampak dari adanya retur pembelian kepada pembeli adalah berkurangnya utang kepada penjual sedangkan bagi penjual dengan adanya retur penjualan maka terjadi berkurangnya tagihan atau piutang kepada pembeli.

Alasan utama kenapa barang yang diperjualbelikan di retur adalah karena barang tersebut rusak ataupun tidak sesuai dengan pesanan. Barang yang rusak tentu saja nilainya akan berkurang. Pembeli akan mengalami kerugian jika tidak melakukan retur pembelian karena tentu saja barang tersebut terutama jika barang itu dipedagangkan, maka tidak akan laku sebagaimana seharusnya.

Retur pembelian yang terjadi karena barang tidak sesuai dengan pesanan sudah seharusnya dikembalikan, karena memang tidak dibutuhkan oleh pelanggan. Oleh karena itu, sudah seharusnya jika penjual memperhatikan dengan jelas barang yang dikirimkan, apakah sudah sesuai dengan pesanan atau belum.

Dalam dunia perdagangan, terjadinya retur pembelian dan retur penjualan merupakan hal yang biasa terjadi. Akan tetapi, jika barang yang diperjualbelikan ternyata sejak awal ada kesengajaaan dari penjual untuk mengirimkan barang rusak atau cacat maupun mengirimka barang yang salah, maka penjual bisa terkena sanksi hukum. Apalagi dengan menjamurnya marketplace online sehingga perdagangan mudah dilakukan, terkadang barang yang dikirimkan berbeda dengan barnag yang dipesan pembeli. 

Pengertian Retur Pembelian dan Retur Penjualan serta Fungsinya


Ada kasus di mana seseorang membeli ponsel merek ternama akan tetapi barang yang dikirimkan malah sabun batangan. Pembeli memiliki hak untuk melakukan retur pembelian. Jika penjual tidak memiliki itikad baik dan menolak melakukan retur penjualan, maka kasus ini bisa berahir di meja hijau. Apalagi jika pembeli memiliki bukti faktur, maka penjual bisa bermasalah.

Loading...

Blog, Updated at: Januari 26, 2018

1 komentar: