Pengertian dan Contoh Uang Kartal dan Uang Giral

Posted by Ekonomi Bisnis on Jumat, 19 Januari 2018

Dalam kehidupan sehari-hari, kita selalu melakukan transaksi ekonomi dengan menggunakan uang. Uang yang digunakan umumnya adalah uang kartal. Lalu bagaimana dengan uang giral ? untuk itu, maka berikut ini penjelasan mengenai pengertian dan contoh uang kartal dan uang giral, sehingga kita bisa mengetahui perbedaannya dengan baik.

Pengertian dan contoh uang kartal


Pengertian uang kartal secara umum adalah uang yang kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari untuk melakukan transaksi pembayaran. Uang kartal hanya bisa dikeluarkan oleh Bank Indonesia sebagai bank sentral. Bank Indonesia memiliki hak yang disebut hak otroi, yaitu hak tunggal untuk mengeluarkan  uang.

Contoh uang kartal dapat kita temukan dengan mudah, yaitu uang kertas dan uang logam yang kita miliki saat ini. Uang kartal memudahkan transaksi pembayaran dalam kehidupan sehari-hari. 

Uang kertas dibuat dengan kertas tertentu yang kuat, sehingga tidak mudah rusak dan tidak merugikan pemilik uang. Uang kertas dilengkapi dengan ciri-ciri tertentu sehingga tidak mudah dipalsukan. Uang kertas terkecil saat ini di Indonesia adalah pecahan Rp. 1.000,- dan pecahah terbesar Rp. 100.000,-.

Uang logam adalah uang kartal yang dibuat dengan bahan baku logam seperti aluminium,  nikel, tembaga dan kuningan. Dahulu uang logan terbuat dari emas dan perak dan dinilai dari berate mas dan peraknya. Zaman sekarang uang logam dinilai berdasarkan nilai nominalnya. Uang logam pecahan terkecil saat ini adalah Rp. 100,- dan pecahan terbesar adalah Rp. 1.000,-.

Umumnya penggunaan uang kertas lebih popular karena nominalnya yang besar. Uang kertas juga memiliki beberapa kelebihan dibandingkan uang logam, diantaranya adalah pengehmatan terhadap pemakaian logam mulia, mudah dalam melakukan pendistribusian, serta ongkos pembuatan yang lebih mudah.

Pengertian dan Contoh Uang Kartal dan Uang Giral

Pengertian dan contoh uang giral


Pengertian uang giral secara umum adalah suatu alat pembayaran yang sah yang dikeluarkan oleh bank umum, tetapi tidak bisa digunakan dalam transaksi secara umum. Uang giral muncul karena mendesaknya kebutuhan masyarakat untuk melakukan transaksi keuangan tanpa resiko. Oleh karena itu, biasanya transaksi menggunakan uang giral dilakukan pada transaksi dengan nominal besar.

Transaksi pembayaran dalam jumlah besar memiliki banyak risiko, diantaranya adalah kehilangan uang ketika dalam perjalanan serta rawan menjadi sasaran perbuatan kriminal. Oleh karena itu, bank memberikan jasa simpanan giro dan deposit kepada nasabahnya. Jenis-jenis simpanan dalam bentuk giro dan deposit adalah contoh uang giral. Umumnya, kita mengenal 3  bentuk uang giral, yaitu cek, giro dan transfer telegrafis.

Cek adalah surat perintah pembayaran dari nasabah kepada bank agar melakukan pembayaran kepada orang yang namanya tertera dalam cek tersebut. Cek jenis ini disebut cek atas nama. Ada juga cek atas unjuk, yaitu cek yang tidak memiliki nama, tetapi bank wajib membayar kepada siapa pun yang mencairkan cek itu. Nasabah tentu saja harus memiliki rekening dalam bank jika ingin mengeluarkan cek.

Bilyet giro adalah surat perintah pemindahbukuan dari rekening nasabah yang satu kepada rekening nasabah lainnya. Untuk melakukan transaksi dengan bilyet giro, maka para pihak dalam transaksi haruslah memiliki rekening di bank. Karena tanpa menggunakan uang tunai maupun cek, maka transaksi dengan giro lebih aman.

Transfer telegrafis adalah pemindahan dana rekening  secara cepat pada bank yang sama melalui telegram. Telegraphic transfer cocok dilakukan pada transaski  di mana jarak antara kedua nasabah sangat jauh. Dengan transfer telegrafis, maka transaksi lebih aman dan menghemat waktu.

Berdasarkan penjelasan di atas mengenai pengertian uang kartal dan uang giral serta contoh uang kartal dan uang giral, maka kita dapat menarik kesimpulan bahwa penggunaan pembayaran dengan uang kartal cocok untuk transaksi umum yang melibatkan nominal-nominal kecil. Sedangkan jika jumlah uang yang ditransaksikan besar, maka sebaiknya menggunakan uang giral. 

Blog, Updated at: Januari 19, 2018

0 komentar:

Posting Komentar