Jenis-Jenis Pengangguran

Posted by Ekonomi Bisnis on Rabu, 24 Januari 2018

Pengangguran merupakan masalah nasional yang sampai saat ini belum terpecahkan secara tuntas dan menjadi agenda besar dalam pembangunan bangsa Indonesia. Menurut Sakernas (Survey Keadaan Angkatan Kerja Nasional), pengangguran didefinisikan sebagai orang  yang sedang mencari pekerjaan dan saat itu tidak bekerja atau orang yang mempersiapkan usaha yaitu suatu kegiatan yang dilakukan seseorang dalam rangka mempersiapkan suatu usaha/pekerjaan yang baru. Pengangguran juga meliputi mereka yang tidak mencari pekerjaan, karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan, disebut dengan pengangguran  putus asa juga mereka yang sudah mempunyai pekerjaan, tetapi belum mulai bekerja, contohnya adalah CPNS yang sedang menunggu SK.

Berdasarkan penjelasan di atas, maka ada berbagai macam jenis pengangguran. Jenis-jenis pengangguran dibedakan berdasarkan sifatnya atau jumlah jam kerjanya dan berdasarkan penyebabnya. Berikut penjelasannya :

Jenis-jenis pengangguran berdasarkan sifatnya atau jam kerjanya


Berdasarkan sifatnya atau jam kerjanya, ada 3 jenis pengangguran, yaitu pengangguran terbuka, setengah pengangguran dan pengangguran terselubung.

Pengangguran terbuka 

Pengangguran terbuka adalah jenis pengangguran yang benar-benar tidak memiliki pekerjaan, tidak bisa menghasilkan uang bahkan terkadang pesimis dengan kehidupannya apakah mereka bisa mendapatkan pekerjaan atau tidak. Pengangguran terbuka umumnya adalah orang yang tidak memiliki keahlian sama sekali, orang yang memiliki keahlian tetapi belum terserap lapangan kerja maupun orang yang baru lulus kuliah yang sedang mencari pekerjaan. Pengangguran terbuka adalah posisi yang harus dihindari karena bisa menyebabkan depresi. Dampak status pengangguran terbuka bagi seorang individu sangat besar.

Jenis-Jenis Pengangguran

Setengah pengangguran

Setengah pengangguran diartikan sebagai orang yang jam kerjanya kurang dari jam kerja orang normal pada umumnya. Manusia normal bekerja minimal 8 jam perhari. Ada pula yang mendefinisikan pengangguran terbuka sebagai orang yang bekerja kurang dari 40 jam dalam satu minggu. Setengah pengangguran memang bekerja, tetapi produktivitasnya kurang dan seharusnya bisa lebih. Penjaga konter HP, penjaga toko baju, pengasuh anak dan kurir dianggap sebagai contoh setengah menganggur.

Pengangguran terselubung

Pengangguran terselubung adalah orang yang sudah bekerja akan tetapi sebenarnya tidak dibutuhkan dalam pekerjaan tersebut. Tanpa orang tersebut produktivitas kerja akan tetap sama. Contoh :  sebuah sawah akan optimal jika dikelola oleh 5 orang. Kemudian ada satu orang tambahan yang datang untuk ikut mengelola sawah tersebut. Maka orang baru itu adalah pengangguran terselubung, karena tidak mempengaruhi produktivitas.

Jenis-jenis pengangguran berdasarkan penyebabnya


Berdasarkan penyebabnya, pengangguran dibagi menjadi pengangguran konjungtur, friksional, struktural, musiman, pengangguran terknologi dan pengangguran voluntary.

Pengangguran konjungtur

Pengangguran konjungtur atau pengangguran siklis adalah penganguran yang terjadi karena adanya perubahan besar dalam perekonomian. Salah satu penyebab munculnya pengangguran konjungtur adalah karena adanya PHK dari perusahaan yang butuh melakukan kebijakan besar untuk menyelamatkan masa depan perusahaan.

Pengangguran friksional

Pengangguran friksional adalah jenis pengangguran yang terjadi karena seseorang ingin mencari dan menemukan pekerjaan yang lebih baik. Pengangguran friksional bersifat sementara dan akan kembali bekerja jika menemukan pekerjaan yang sesuai dengan skil yang dimiliki. CPNS yang sedang menunggu SK maupun orang yang menunggu panggilan kerja dari perusahaan termasuk pengangguran friksional.

Pengangguran struktural

Pengangguran struktural adalah pengangguran yang terjadi karena adanya perubahan dalam struktur ekonomi suatu daerah atau negara. Misalnya saja ketika terjadi penggusuran di perkampungan nelayan untuk membangun pabrik, maka nelayan tersebut akan menjadi pengangguran struktural karena mereka belum siap untuk mencari nafkah dengan menjadi pegawai pabrik, pengusaha atau petani.

Pengangguran musiman

Pengangguran musiman terjadi ketika terjadi perubahan musim yang mendorong seseorang tidak bekerja. Contohnya adalah petani cengkeh yang terpaksa menganggur ketika cengkeh belum berbuah ataupun nelayan yang tidak melaut selama musim timur yang penuh gelombang besar.

Pengangguran teknologi

Pengangguran teknologi adalah pengangguran yang terjadi karena fungsi kerja utama seseorang telah digantikan oleh teknologi. Dahulu panen jagung membutuhkan banyak orang, sekarang hanya butuh mesin dan seorang operator. Di masa depan, akan ada banyak pengangguran teknologi karena banyak pekerjaan telah tergantikan oleh mesin.

Pengangguran voluntary

Pengangguran voluntary adalah jenis pengangguran yang masih bisa bekerja tetapi memilih untuk tidak bekerja dan tetap bisa menghasilkan uang. Biasanya pengangguran voluntary adalah anak-anak orang kaya yang memiliki banyak aset seperti ruko, kost, mobil dan lain-lain yang bisa mereka sewakan. 

Pengangguran memang telah menjadi masalah serius yang dihadapi oleh setiap negara-negara di dunia. oleh karena itu, pemerintah selalu berusaha mengatasi meningkatnya jumlah pengangguran dengan menerima investor dan melakukan kebijakan moneter untuk mengatasi inflasi. Jenis pengangguran terbuka adalah jenis pengangguran yang sangat berbahaya dan sudah seharusnya setiap individu berusaha semaksimal mungkin agar tidak sampai berstatus pengangguran.

Blog, Updated at: Januari 24, 2018

0 komentar:

Posting Komentar