3 Bentuk Kebijakan Ekonomi Makro

Posted by Ekonomi Bisnis on Selasa, 02 Januari 2018

Loading...

Loading...
Kebijakan ekonomi makro memiliki peran sangat penting dalam perekmbangan perekonomian suatu negara. Kebijakan ekonomi makro menyangkut masalah yang dihdapi oleh pemerintah. Oleh karena itu, pemerintah memiliki peran utama dalam penentuan kebijakan ekonomi makro sehingga bisa menghasilkan keseimbangan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Kebijakan ekonomi makro dilakukan oleh pemerintah sebagai wujud tanggung jawab untuk mencapai tujuan ekonomi makro, diantaranya adalah mempertahankan kestabilan ekonomi dalam negeri, memperluas lapangan kerja, peningkatan skala produksi, pemerataan pendapatan, mengendalikan inflasi hingga meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan pendapatan nasional.

Untuk mencapai tujuan itu, maka ada 3 bentuk kebijakan ekonomi makro, yaitu kebijakan fislak, kebijakan moneter dan kebijakan segi penawaran. Berikut adalah penjelasan mengenai bentuk-bentuk kebijakan ekonomi makro tersebut.

Kebijakan Fiskal 


Kebijakan fiskal adalah kebijakan kebijakan yang dilakukan pemerintah dengan cara mengubah penerimaan dan pengeluaran negara. Dengan adanya kebijakan fiskal, maka pemerintah membuat perubahan dalam bidang perpajakan dan pengeluaran pemerintah dengan maksud untuk mempengaruhi pengeluaran agregat dalam perekonomian.

Kebijakan fiskal sangat ampuh untuk  untuk menstabilkan ekonomi, memperluas kesempatan kerja, mempertinggi pertumbuhan ekonomi, dan keadilan dalam pemerataan pendapatan. Caranya dengan  menambah atau mengurangi Pajak dan Subsidi. Kebijakan fiskal sangat penting untuk mengatasi tingginya angka pengangguran yang relative serius.

Secara umum kebijakan fiskal  adalah bentuk kebijakan ekonomi makro yang meliputi penyediaan anggaran untuk pembiayaan penyelenggaraan pemerintahan, disamping alokasi anggaran yang bertujuan dalam peningkatan dan pertumbuhan ekonomi, Selain itu kebijakan fiskal juga meliputi distribusi pendapatan dan subsidi dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta stabilisasi ekonomi makro dalam cakupan wilayah yang lebih terbatas.

Instrumen utama kebijakan fiskal adalah pengeluaran dan pajak. Perubahan tingkat dan komposisi pajak dan pengeluaran pemerintah dapat memengaruhi variabel-variabel permintaan agregat dan tingkat aktivitas ekonomi, pola persebaran sumber daya serta distribusi pendapatan

Dengan melakukan kebijakan fiskal, maka  pemerintah dapat mengusahakan terhindarnya perekonomian dari keadaan-keadaan yang tidak diinginkan seperti keadaan dimana banyak pengangguran, inflasi, neraca pembayaran internasional yang terus menerus defisit dan sebagainya.

baca juga :

Kebijakan moneter


Kebijakan moneter adalah bentuk kebijakan ekonomi makro yang dilakukan pemerintah untuk mengendalikan dan mempengaruhi jumlah uang yang beredar di dalam masyarakat, sehingga menahan laju inflasi dan mendorong pembangunan nasional. Kebijakan moneter dilakukan oleh pemerintah dan bank sentral, baik secara langsung maupun tidak langsung. Beberapa bentuk kebijakan moneter antara lain adalah politik diskonto, operasi pasar terbuka, rasio cadangan wajib, dan himbauan moral.

Kebijakan moneter ampuh untuk menahan angka inflasi sehingga harga barang tidak ikut-ikut mengalami kecenderungan untuk terus naik. kebijakan moneter dilakukan dengan mempertahankan cara menambah, atau mengurangi jumlah uang yang beredar untuk memacu pertumbuhan ekonomi sekaligus mempertahankan kestabilan harga.

Instrument utama kebijakan moneter adalah jumlah uang yang beredar di masyarakat. Dalam melakukan kebijakan moneter, pemerintah memiliki kewenangan untuk menambah ataupun mnegurangi jumlah uang yang beredar di masyarakat.

Kebijakan untuk menambah jumlah uang yang beredar di masyarakat bertujuan untuk mempercepat roda perekonomian. Kebijakan ini disebut kebijakan uang longgar dan termasuk kebijakan moneter ekspansif. Sedangkan kebijakan untuk mengurangi jumlah uang yang beredar di masyarakat dilakukan dengan tujuan menekan inflasi. Kebijakan ini disebut kebijakan uang ketat dan termasuk kebijakan moneter kontraktif.

bentuk kebijakan ekonomi makro

Kebijakan segi penawaran


Kebijakan fiskal dan moneter dapat kita anggap sebagai kebijakan ekonomi makro dari segi permintaan karena kebijakan tersebut mempengaruhi pengeluaran agregat. Kebijakan ekonomi makro dari segi penawaran bertujuan untuk mempertinggi efisiensi kegiatan perusahaan-perusahaan sehingga dapat menawarkan barang-barangnya dengan harga yang lebih murah atau dengan mutu yang lebih baik dan memiliki jumlah banyak.

Salah satu bentuk kebijakan segi penwaran adalah dengan cara memberikan subsidi bagi pengusaha-pengusaha kelas menengah. Pemerintah juga dapat meningkatkan pendapatan pengusaha dengan cara meningkatkan pelayanan pada kegiatan pengembangan usaha sektor swasta. Selain itu, pemerintah juga bisa melakukan kebijakan pendapatan, yang melarang buruh untuk meminta kenaikan gaji yang lebih tinggi jika tidak sesuai dengan peningkatan produktivitas. Dengan demikian, maka perusahaan bisa berkonsentrasi pada peningkatan pendapatan dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas barang hasil produksi.



Loading...

Blog, Updated at: Januari 02, 2018

0 komentar:

Posting Komentar