PENGERTIAN DAN TUJUAN KEBIJAKAN MONETER serta PENGARUH KEBIJAKAN MONETER

Posted by Ekonomi Bisnis on Rabu, 13 Desember 2017

Loading...

Loading...
Kebijakan moneter merupakan kebijakan yang sangat penting dan menetukan perkembangan kondisi perekonomian suatu negara. Dengan adanya kebijakan  moneter, maka pemerintah dapat menciptakan terwujudnya kestabilan ekonomi, mengurangi pengangguran dengan menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan menyeimbangkan neraca pembayaran. Berikut ini penjelasan mengenai pengertian kebijakan moneter, tujuan kebijakan moneter,  penentu efektifitas kebijakan moneter, dan pengaruh kebijakan moneter dalam perekonomian.

Pengertian Kebijakan Moneter 


Kebijakan moneter adalah kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah melalui bank sentral, dalam hal ini adalah Bank Indonesia atau BI untuk mengendalikan jumlah uang yang beredar di dalam masyarakat dengan menggunakan kebijakan-kebijakan tertentu sehingga pemerintah dapat mengendalikan keadaan ekonomi negara.

Dengan adanya kebijakan moneter, maka pemerintah memiliki kekuasaan penuh untuk mengatur, mengawasi dan mempengaruhi jumlah uang yang beredar dalam masyarakat sehingga bisa menciptakan kestabilan ekonomi. Kebijakan moneter dapat diandalkan untuk meredam inflasi atau kenaikan harga semakin parah. 

Tujuan Kebijakan Moneter


Tujuan kebijakan moneter adalah suatu hal yang sangat dinamis dan bisa berubah-ubah tergantung pada kondisi negara. Umumnya, tujuan akhir kebijakan moneter adalah mencapai kondisi tertentu dalam ekonomi makro. Kondisi yang dimaksud antara lain adalah meingkatkan pertumbuhan ekonomi danpemerataan pendapatan masyarakat, menciptakan banyak lapangan pekerjaan, menstabilkan harga dan mencapai keseimbangan neraca pembayaran.  

Tujuan kebijakan moneter secara detail antara lain adalah :
  1. Mengatur peredaran uang dalam masyarakat.
  2. Menjaga kestabilan nilai mata uang rupiah, baik di dalam maupun di luar negeri.
  3. Memperluas, memperlancar dan mengatur lalu lintas pembayaran uang giral. 
  4. Mencegah dan menekan inflasi atau kenaikan harga di masyarakat
  5. Membuka lapangan kerja sehingga menurunkan angka pengangguran.
  6. Menjaga neraca pembayaran masyarakat. 


Penentu Keefektifan Kebijakan Moneter 


Efektivitas kebijakan moneter diukur dengan besarnya kenaikan pendapatan masyarakat. Makin besar kenaikan pendapatan masyarakat berarti kebijakan moneter makin efektif, dan sebaliknya makin kecil pendapatan masyarakat berarti makin tidak efektif kebijakan moneter. Efektivitas kebijakan moneter pada dasarnya ditentukan oleh dua hal, sebagai berikut:
  • Elastisitas pengeluaran investasi terhadap tingkat bunga, artinya pengaruh perubahan tingkat bunga terhadap tingkat investasi. Makin elastis pengeluaran investasi terhadap tingkat bunga, maka kebijakan moneter makin efektif, sebab turunnya tingkat bunga akan menambah investasi yang cukup besar. Sehingga hubungan antara tingkat bunga dengan tingkat investasi dapat dikatakan berbanding terbalik, maksudnya makin rendah tingkat bunga, akan semakin besar tingkat investasinya dan makin tinggi tingkat bunga, akan semakin kecil tingkat investasinya. 
  • Elastisitas permintaan uang terhadap tingkat bunga, artinya pengaruh perubahan tingkat bunga terhadap permintaan uang. Makin elastis permintaan uang terhadap tingkat bunga, kebijakan moneter makin tidak efektif, dan sebaliknya makin tidak elastis permintaan uang terhadap tingkat bunga, kebijakan moneter makin efektif. 

PENGERTIAN DAN TUJUAN KEBIJAKAN MONETER serta PENGARUH KEBIJAKAN MONETER


Kebijakan Moneter dalam Ekonomi Makro 


Kebijakan moneter merupakan salah satu bagian integral dari kebijakan makro ekonomi, sehingga kebijakan tersebut ditujukan untuk mendukung sasaran ekonomi makro. Ada banyak jenis-jenis kebijakan moneter. Bank Indonesia sebagai bank sentral mempunyai otoritas moneter yang mengatur peredaran uang di masyarakat dan mengatur alokasi uang yang beredar serta memengaruhi tingkat bunga dalam rangka mencapai sasaran ekonomi makro, yaitu pertumbuhan ekonomi yang tinggi, pemerataan pembangunan, perluasan kesempatan kerja, pemerataan distribusi pendapatan, kestabilan harga, dan keseimbangan neraca pembayaran yang semakin mantap. Sasaran tersebut sedapat mungkin diusahakan tercapai secara maksimal dan serentak. 

Ada beberapa pilihan atau alternatif yang dilakukan oleh Bank Indonesia dalam memantapkan kebijakan moneter dalam rangka mencapai sasaran tersebut, di antaranya sebagai berikut: 
  • Memilih tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi dengan mengabaikan tingkat inflasi dan keseimbangan neraca pembayaran. 
  • Memilih tingkat inflasi yang rendah dan keseimbangan neraca pembayaran dengan mengabaikan pertumbuhan ekonomi dan kesempatan kerja. 
  • Menetapkan sasaran yang akan dicapai secara serentak, tetapi tidak satupun sasaran dapat dicapai secara maksimal.

Kebijakan moneter pada dasarnya dapat pula dibedakan menjadi kebijakan moneter longgar (easy monetery policy)  dan kebijakan moneter ketat (tight monetery policy): 
  • Kebijakan moneter longgar pada umumnya ditempuh untuk mengatasi kelesuan ekonomi dalam negeri dengan penambahan jumlah uang yang beredar, sehingga pertumbuhan ekonomi lebih tinggi, namun akan terjadi inflasi dan dapat menekan keseimbangan neraca pembayaran.
  • Kebijakan moneter ketat dilakukan untuk menjaga kestabilan harga dan dapat membantu keseimbangan neraca pembayaran dengan cara mengurangi jumlah uang yang beredar, akan tetapi dapat memperkecil pertumbuhan ekonomi suatu negara. 


Pengaruh Kebijakan Moneter dalam Perekonomian 


Kebijakan moneter di suatu negara sangat terbatas operasinya, terlebih di negara-negara yang sedang berkembang. Beberapa alasan dikemukakan untuk menjelaskan keterbatasan operasi kebijakan moneter, antara lain sebagai berikut: 
  • Sempitnya ruang lingkup pasar uang. 
  • Berkembangnya lembaga-lembaga keuangan nonbank di negara sedang berkembang. 
  • Banyaknya bank-bank umum yang mempunyai kelebihan dana. 
  • Banyaknya bank-bank asing yang mendapatkan kemudahan serta prioritas untuk terhindar dari kebijakan moneter. Akan tetapi kebijakan moneter mempunyai peranan penting dalam pengaturan kegiatan ekonomi suatu negara terutama negara yang sedang berkembang, khususnya pada saat masa inflasi.


Loading...

Blog, Updated at: Desember 13, 2017

0 komentar:

Posting Komentar