Fungsi dan Peran Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Bank Syariah

Posted by Ekonomi Bisnis on Sabtu, 25 November 2017

Bank perkreditan rakyat (BPR) pada dasarnya sama dengan bank umum. Hanya saja, jumlah jasa yang ditawarkan berbeda dengan bank umum. Dalam kegiatannya, BPR dilarang untuk melakukan jasa-jasa bank tertentu. Sementara itu, bank syariah adalah bank yang dalam aktivitas kegiatannya menggunakan prinsip ekonomi islam, sehingga tidak menerima dan mengenal bunga bank. Berikut ini penjelasan mengenai fungsi dan peran bank syariah dan bank perkreditan rakyat (BPR).

Fungsi dan peran Bank Perkreditan Rakyat (BPR)


Bank Perkreditan Rakyat (BPR) adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.

Usaha Bank Perkreditan Rakyat, meliputi hal-hal berikut:
  1. Menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa deposito berjangka, tabungan dan atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu. 
  2. Memberikan kredit. 
  3. Menyediakan pembiayaan bagi nasabah berdasarkan prinsip bagi hasil sesuai yang ditetapkan dalam peraturan pemerintah. 
  4. Menempatkan dananya dalam bentuk Sertifikat Bank Indonesia (SBI), deposito berjangka, sertifikat deposito dan atau tabungan pada bank lain. 

Berdasarkan usaha Bank Perkreditan Rakyat, maka kita dapat disimpulkan bahwa fungsi dan peran bank perkreditan rakyat antara lain adalah :
  1. Menghimpun dana dari masyarakat dan kemudian menyalurkannya dalam bentuk kredit.
  2. Menyediakan pembiayaan bagi nasabah dengan prinsip bagi hasil.
  3. Menunjang pertumbuhan ekonomi pedesaan
  4. Mengurangi minat masyarakat untuk berhutang pada lintah darat.

Bank Perkreditan rakyat dilarang untuk melayani jasa-jasa perbankan tertentu. Larangan yang dikenakan pada Bank Perkreditan Rakyat, antara lain sebagai berikut: 
  1. Menerima simpanan berupa giro dan ikut dalam lalu lintas pembayaran. 
  2. Melakukan kegiatan usaha dalam valuta asing. 
  3. Melakukan penyertaan modal. 
  4. Melakukan usaha perasuransian. 


Fungsi dan Peran Bank Syariah 


Bank Syariah adalah bank yang melaksanakan kegiatannya dengan aturan perjanjian berdasarkan hukum Islam antara bank dengan pihak lain untuk penyimpanan dana dan atau pembayaran kegiatan usaha, atau kegiatan lainnya yang dinyatakan sesuai dengan syariah Islam. Dalam perdagangan Islam ada dua konsep utama, yaitu: 
  1. larangan atas penerapan bunga, 
  2. sebagai penggantiannya dipakai sistem bagi hasil. 

Kedudukan bank syariah dalam hubungan dengan nasabah adalah sebagai mitra investor, digunakan teknik dan metode investasi seperti kontrak mudharabah, yaitu seorang pemilik modal memberikan modal dan mudharab (mitra tenaga kerja) memberikan kecakapan teknik dan keterampilan. Laba dibagi antara keduanya menurut persentase yang disetujui dengan mengacu pada prinsip keadilan (persentase ditentukan oleh usaha). 

Bank syariah juga bisa melakukan aktivitas di pasar devisa dan menjalankan jasa perbankan lainnya, seperti surat kredit dan surat jaminan. Selain itu dapat melakukan trust business, real estate, dan jasa konsultan. 

Prinsip bank syariah antara lain sebagai berikut. 
  1. Prinsip mudharabah (pembiayaan berdasarkan prinsip bagi hasil), di mana bank memberi modal, nasabah memberikan keahliannya, laba dibagi menurut rasio nisbah yang disetujui.
  2. Prinsip murabahah (prinsip jual beli barang dengan memperoleh keuntungan), di mana nasabah membeli suatu komoditi menurut rincian tertentu, bank mengirimkan kepada nasabah imbalan harga tertentu berdasarkan persetujuan awal kedua belah pihak. 
  3. Prinsip musharakah (pembiayaan berdasarkan prinsip penyertaan modal), di mana bank dan nasabah menjadi mitra usaha yang masing-masing menyumbang modal dan menyepakati rasio laba di muka untuk waktu tertentu.
  4. Prinsip ijarah (pembiayaan barang modal berdasarkan sewa murni tanpa pilihan). 
  5. Prinsip ijarah wa iqtina (dengan adanya pilihan pemindahan kepemilikan atas barang yang disewa dari pihak bank oleh pihak lain).

Fungsi dan Peran Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Bank Syariah


Fungsi dan peran bank syariah antara lain adalah :
  1. Memberikan pembiayaan dengan prinsip bagi hasil.
  2. Memberikan pinjaman tanpa bunga sehingga mengurangi dampak hutang berbunga bagi rakyat kecil.
  3. Sistem yang antiriba sehingga cocok bagi yang ingin mengembangkan keuangan berdasarkan prinsip syariah.

Lloyd Bank adalah salah satu bank besar di Inggris yang telah meluncurkan Tabungan Siswa Pertama di Inggris. Tabungan ini merupakan tabungan siswa syariah pertama di Inggris sehingga muslim yang belajar di sana dapat mengelola dana mereka tanpa harus berkompromi dengan keyakinannya. Berdasarkan prinsip syariah, nasabah dilarang membayar atau menerima bunga bank. Selain itu dana simpanan mereka juga tidak dapat diinvestasikan pada sejumlah industri yang diharamkan seperti judi dan alkohol. Berdasarkan prinsip-prinsip ini, tabungan siswa syariah tidak menerapkan bunga bank, dana tabungan dikelola terpisah dari dana tabungan konvensional. Lloyd memiliki 2.000 cabang yang tersebar di Inggris, Skotlandia, dan Wales. Selain tabungan siswa syariah, bank tersebut juga menawarkan sejumlah produk tabungan syariah lainnya.

Bank perkreditan rakyat dan bank syariah memliki fungsi dan peran yang sangat vital dalam kegiatan perekonomian. Bank perkreditan rakyat saat ini telah banyak berkembang di daerah-daerah kecamatan. Bank Desa, Bank Kredit Desa dan Bank Kredit Kecamatan adalah contoh Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Sedangkan contoh bank syariah antara lain adalah BRI Syariah, BNI Syariah, Mandiri Syariah, dan lain-lain sebagainya.

Blog, Updated at: November 25, 2017

0 komentar:

Posting Komentar