Pengertian Barang Ekonomis, Barang Bebas dan Barang Illith serta Contohnya

Posted by Ekonomi Bisnis on Selasa, 24 Oktober 2017

Berdasarkan sifat atau langka tidaknya, barang dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu barang ekonomis,barang bebas, dan barang illith. Dengan mengetahui perbedaan ketiga jenis barang ini, maka kita bisa mengetahui sumber daya mana saja yang perlu dimanfaatkan dengan baik dan mana sumber daya yang perlu diperlakukan dengan bijak. Berikut ini penjelasan mengenai pengertian dan contoh barang ekonomis, barang bebas dan barang illith.

Pengertian dan contoh barang ekonomis


Pengertian barang ekonomis secara umum adalah barang yang jumlahnya terbatas bila dibandingkan dengan kebutuhan manusia, sehingga untuk memperolehnya memerlukan pengorbanan, baik tenaga maupun uang.

Barang ekonomis adalah barang yang disediakan oleh alam ataupun barang mentah yang telah diproses terlebih dahulu sehingga menghasilkan produk baru yang memiliki nilai jual. Pada dasarnya, barang ekonomis memiliki nilai jual atau harga, atau bisa dibeli dengan uang.

Contoh barang akonomis misalnya makanan, minuman, pakaian, rumah, dan air mineral yang semuanya harus kamu dapatkan dengan melakukan pengorbanan. Pengorbanan itu misalnya kamu harus membayar dengan sejumlah harga tertentu.

Bahan mentah yang ada di alam seperti minyak bumi dan gas alam termasuk dalam barang ekonomis karena untuk mendapatkan barang tersebut, maka manusia perlu banyak uang untuk membangun perusahaan. Manusia juga perlu menginvestasikan waktu dengan baik agar bisa menghasilkan sesuatu dengan mengolah alam itu.

Pengertian Barang Ekonomis, Barang Bebas dan Barang Illith serta Contohnya

Pengertian dan contoh barang bebas


Barang bebas adalah barang yang tersedia dan tidak terbatas jumlahnya, sehingga untuk memperolehnya tanpa mengeluarkan pengorbanan. Misalnya air, udara, sinar matahari, angin, dan hujan yang dapat kamu peroleh tanpa melakukan pengobanan.

Barang bebas adalah anugerah dari Sang Pencipta kepada umat manusia sehingga kita tidak perlu mengeluarkan uang, tenaga, waktu dan pikiran untuk mendapatkan barang bebas secara langsung. Air adalah sumber kehidupan, udara diperlukan manusia untuk bernapas, dan matahari diperlukan manusia untuk mengembangbiakkan tumbuhan.

Barang bebas dapat diubah menjadi barang ekonomis dengan bantuan ilmu dan teknologi. Contohnya, dengan memanfaatkan teknologi kita bisa menciptakan tenaga listrik dengan air di PLTA. Dengan kincir angina, listrik juga bisa dihasilkan. Dengan bantuan panel surya, manusia juga bisa memanfaatkan matahari menjadi sumber energy listrik.

Air dalam kemasan termasuk dalam barang ekonomis, karena telah diperjualbelikan dan melalui proses-proses tertentu. Begitu pula dengan tabung oksigen yang digunakan oleh penyelam.

baca juga :

Pengertian dan contoh barang illith


Barang llith adalah barang yang mudah ditemukan dan sebenarnya tidak langka. Barang illith adalah barang yang ketika dalam jumlah melimpah akan membahayakan masyarakat. Barang ini memiliki sifat yang sangat unik.

Dalam jumlah terbatas, barang illith bisa menjadi bencana. Dalam jumlah pas, barang illith adalah anugerah. Sedangkan dalam jumlah melimpah barang illith bisa sangat berbahaya.

Contoh barang illith antara lain adalah air, api, dan udara. Ketika musim kemarau, manusia kekurangan air sehingga menimbulkan banyak penyakit dan masalah-masalah sosial lainnya. Ketika musim hujan, air bisa menjadi banjir yang membawa dampak kerugian yang sangat besar bagi masyarakat.

Begitu pula dengan api, tanpa api manusia tidak bisa memasak, tetapi jika api yang ada dalam jumlah besar, maka bencana kebakaran menghantui kehidupan kita.


Pada dasarnya  barang ekonomis, barang bebas dan barang illith adalah kebutuhan manusia. Tanpa ketiga jenis barang ini, maka kehidupan manusia akan terhambat dan tidak akan mengalami kemajuan. Kita dapat membayangkan bagaimana jika nenek moyang kita tidak menemukan cara membuat api. Mungkin saja saat ini kita masih hidup dalam gua dan anda tidak sedang membaca tulisan ini sekarang. 

Blog, Updated at: Oktober 24, 2017

0 komentar:

Posting Komentar